0

nothing,, just writting

entah apa rencana TUHAN,,
yang pasti akan lebih indah dari rencana saya :))
1

sebuah pilihan

karna hidup adalah pilihan,,
seperti senja yang berikrar pada sore hari,
dan seperti malam yang menemani bintang disetiap malam,
pilihanmu ataukah pilihanku,
keduanya adalah hidup,
entah itu pilihanmu akan diriku atau pilihanku akan dirimu,
keduanya adalah absurd..
seperti itulah Tuhan memberikan kehidupan,,
hidupku untuk cintaku dan hidupmu untuk cintamu
hatiku untuk memilih, hatimu pun untuk memilih,,
senyummu untuk bahagiamu dan senyummu untuk bahagiaku
tak ada yang perlu disesali, tak ada yang perlu diratapi..
kita dipersatukan ataukah dipisahkan semuanya adalah hidup..
pada akhirnya senja, malam, bintang, merekalah yang telah memilih..
sedangkan kita? masih bermain-main dengan perasaan..
dan saat ini begitulah pilihan yang kita pilih,
memilih hidup tanpa mengindahkan rasa...
0

ingin saja

sedang ingin saja,
ingin menuliskan waktu ini,
waktu ketika setiap malam begitu senyap,
waktu ketika ramai membuat saya ingin pergi menyelinap,
atau waktu ketika ada kamu,
waktu ketika terkadang dia,
dan waktu ketika hanya aku..
yaa,, sedang ingin saja..
0

pagi hari tentang jodoh

pagi-pagi benar ibu saya berkata tentang jodoh,
di luar sana saja langit masih berwarna biru tua,, jalanan masih lenggang.
tapi katanya tak mengapa, tak ada batasan waktu hanya untuk berfikir tentang hidup.
lalu katanya: " cari jodoh itu yang baik hatinya,, jangan sekedar baik pada kamu tapi baik juga pada bapak, ibu, keluarga dan sahabatmu..
jodoh itu juga haruslah baik pekerti nya, yang kompeten keimanannya, yang takut pada Tuhannya, dan cinta pada Rasul dan agamanya,,
itu saja, rupa, harta, kekuasaan dan jabatan hanyalah bonus saja. "
aku bertanya: " bagaimana aku dapat yang seperti itu?
ibu menjawab : "minta saja pada Tuhanmu, minta padanya yang terbaik untukmu dan engkau baik pula untuknya, tentunya setelah kau benar-benar menjadi baik untuk pria baik!!"
mei 2011, pagi hari tentang jodoh

0

MY beloved mayday award

0

hey!!

Saya ingin membeli kaca SUPER besar biar bisa intropeksi berjamaah dengan ANDA!!
0

Puisi Cahaya Bulan — Soe Hok Gie

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan pelan di Lembah Kasih
Lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap
Kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
Kudengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta
Cahaya bulan menusukku
Dengan ribuan pertanyaan
Yang takkan pernah kutahu dimana jawaban itu
Bagaikan letusan berapi
Membangunkanku dari mimpi
Sudah waktunya berdiri
Mencari jawaban kegelisahan hati
Siguiente Anterior Inicio

Lets Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Memorias "Berbekas"

Mentari yang berpulang meninggalkan bekas di tanah kering di tanah basah, di tanah rumput dan pepohonan kemudian menyimpan masa lalunya, di tebar debu dan daun-daun yang gugur menimbun sejumput harap.. diketidaktahuan memeta gelap, dipengetahuan membangun hasrat.. sedang angin masih membisikkan kasih sayang dan kebencian sepanjang usia tanah.. mentari yang berpulang itu meninggalkan bekas.. dan ketika senja warnanya menjadi isyarat malam, membagi cahaya atas bulan dan bintang.. tapi tangis dan tawa yang dilanjutkan nasib nyanyiannya gelap di hamparan langit... by my mentor of art @ cipasung

Let's Play


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com